MENYENTUH REMBULAN, MENIKAM SANUBARI
Pranikah dari Gangga & Diah
-
Dalam suatu budaya yang erat dengan kasih, dua sejoli terikat janji yang pasti. Mereka memutuskan untuk menorehkan sentuhan itusaat hendak mengabadikan kisah romansa mereka. Seakan tak ingin lepas dari ikatan Budaya Bali, mereka menyusun segalanyadalam satu konsep yang indah dalam bayangan untuk diwujudkan dan disimpan seiring waktu berjalan.Berlatar-belakang titik-titikkeindahan tersembunyi di Pulau Bali.
Bermula di pesisir pantai yang senyap, Mereka membawa para selir dan prajuritnya menemani kebersamaan mereka seakanmenghadiri kembali sentuhan budaya zaman dahulu kala. menghadirkan kembali tanda kekuasaan Raja & Ratu pada masa itu. Keduanya lekat dengan perasaan kerinduan, mereka pun menjadikan Gumuk Pasir satu tempat mewujudkan itu. Di antar suaraombak dan juga pasir pantai, mereka melukiskan pasangan Bali yang memegang erat Sejarah. Ada sebuah simbol Rembulan yangdigenggam erat oleh mereka berdua, menghadirkan kembali tanda perasaan emosial yang kuat. Berdua mereka tetap berdiri tegakmeski badai menghadang, saling bertaut kuat untuk mewujudkan setia.
semenjak itu, Raja yang begitu mengagumi elok paras Ratu, turut memadu kasih bersamanya di sebuah kerajaan,menikmatikeindahan budayanya. Berlatar arsitektur traditional Bali yang menakjubkan, yang menjadikan gelap bayang mereka indah,keduanya memainkan tokoh Rama dan Shinta. Seolah itulah simbol budaya kasih dan setia yang lahir dari jiwa masing-masing,menikam sanubari,dan menjadikan mereka kelak abadi bagi satu sama lain.